Logo Bloomberg Technoz

IHSG Memang Sudah Hijau, Tapi Masih Terbatas karena Isu MSCI

Muhammad Julian Fadli
11 May 2026 14:07

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya masuk zona hijau. Namun penguatan Indeks belum signifikan, masih relatif terbatas.

Pada Senin (11/5/2026) pukul 13:46 WIB, Indeks mencatat kenaikan 0,21% ke 6.983,78. IHSG berhasil balik arah setelah pada penutupan perdagangan Sesi I terkoreksi lebih dari 1%.

Penyebab kebangkitan IHSG adalah beredarnya kabar bahwa pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda pemberlakuan tarif baru untuk pungutan ekspor berbagai komoditas pertambangan. Berita itu membawa saham-saham pertambangan meroket dan mengerek IHSG ke jalur hijau.


Pada pukul 13:48 WIB, harga saham emiten tambang melompat, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) melesat 3,03%. Kemudian PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melejit 11,52%, PT Timah Tbk (TINS) melonjak 6,59%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkerek 6,03%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melompat 5,76%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 3,94%, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,67%,  dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bertambah 0,95%.

Namun meski menghijau, kenaikan IHSG bisa dibilang masih tertinggal ketimbang bursa saham Asia lainnya. KOSPI (Korea Selatan), CSI300 (China), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), PSEi (Filipina), Straits Time (Singapura), Weighted Index (Taiwan), dan TOPIX (Jepang), menguat masing–masing 4,22%, 1,71%, 1,68%, 1,11%, 0,7%, 0,67%, 0,45%, dan 0,32%.