Logo Bloomberg Technoz

Wapres Filipina Duterte Terancam Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

News
11 May 2026 11:20

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte. (Lisa Marie David/Bloomberg)
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte. (Lisa Marie David/Bloomberg)

Ditas B Lopez dan Cliff Venzon - Bloomberg News

Bloomberg, Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menghadapi ancaman pemakzulan kedua paling cepat pada Senin (11/05/2026). Langkah ini dipandang sebagai potensi kemenangan bagi Presiden Ferdinand Marcos Jr., mantan sekutu yang kini menjadi rivalnya, namun sekaligus diprediksi akan memperparah gejolak politik dan ekonomi di negara tersebut.

Untuk meloloskan pemakzulan, diperlukan dukungan sepertiga dari 318 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jika lolos, proses akan berlanjut ke Senat, di mana dibutuhkan dua pertiga suara dari 24 anggotanya untuk menjatuhkan vonis bersalah. Vonis di tingkat Senat—yang hingga kini hasilnya masih belum bisa dipastikan—akan membuat Sara dicopot dari jabatannya dan dilarang berpolitik seumur hidup.


Wakil Ketua DPR Filipina Janette Garin mengonfirmasi bahwa DPR akan melakukan pemungutan suara terkait pemakzulan Duterte pada hari Senin, meskipun ia tidak merinci detail lebih lanjut. Sementara itu, Anggota Kongres Terry Ridon menyebutkan melalui unggahan di platform X bahwa setidaknya sudah ada 215 suara yang mendukung pemakzulan sang wakil presiden.

"Pada titik ini, bukti-bukti telah jelas menunjukkan adanya dasar hukum yang kuat terkait pengkhianatan kepercayaan publik dan pelanggaran berat terhadap Konstitusi," tegas Ridon.