Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Singgung Trans Borneo—PLTS 100 GW di KTT BIMP-EAGA

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 May 2026 09:40

Prabowo Subianto Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg
Prabowo Subianto Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid. Prabowo menilai pembangunan jaringan listrik antarnegara tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan mitra pembangunan regional.

Selain itu, Prabowo juga memamerkan rencana Indonesia yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 GW. Prabowo mengajak negara BIMP-EAGA untuk bersama-sama meningkatkan infrastruktur energi di kawasan.


“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran pers Setpres, Jumat (8/5/2026).

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” kata Prabowo.