Logo Bloomberg Technoz

G7 Tertinggal Jauh dari China dalam Kapasitas Energi Bersih

Redaksi
07 May 2026 16:10

Ilustrasi panel surya. (Dok. Bloomberg)
Ilustrasi panel surya. (Dok. Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) mengungkap bahwa meskipun kaya, negara-negara G7 tertinggal jauh di belakang China dan negara-negara lain di dunia dalam pertumbuhan kapasitas energi angin dan surya potensial tahunan.

China menyumbang lebih dari 1,5 terawatt (TW) kapasitas energi angin dan surya skala utilitas potensial—kira-kira setara dengan total gabungan enam negara: Brasil (401 GW), Australia (368 GW), India (234 GW), AS (226 GW), Spanyol (165 GW), dan Filipina (146 GW). 

Laporan bertajuk Global Solar and Wind Trackers yang dikutip Kamis (7/5/2026) menunjukkan potensi energi angin dan surya di China tumbuh dari 1,2 TW menjadi 1,5 TW pada 2025. Negara-negara di luar G7 dan China juga mencapai pertumbuhan dari 2,7 TW menjadi 2,9 TW. 


Kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya skala utilitas di negara-negara G7 sebagian besar tetap tidak berubah, yaitu sekitar 520 GW sejak 2023, meski Badan Energi Terbarukan Internasional IRENA mendesak negara-negara G7 untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan tahunan mereka lebih dari dua kali lipat hingga 2030.

Selama lima tahun ke depan, IEA memperkirakan sekitar 70% dari semua penambahan energi terbarukan di negara-negara G7 diproyeksikan berasal dari tenaga angin dan tenaga surya skala utilitas—menekankan ketidaksesuaian antara kapasitas saat ini dan progres yang dibutuhkan.

Dok: GEM