Setengah Proyek PLTA dan PLTS Global 2025 Dimiliki China
Redaksi
07 May 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) menemukan bahwa China memiliki setengah dari total global proyek pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala utilitas yang sedang dibangun pada 2025, yakni sebesar 448 Gigawatt (GW).
Secara global, disebutkan bahwa 758 gigawatt (GW) dari proyek-proyek PLTA dan PLTS saat ini sedang dalam tahap konstruksi, dengan tiga perempatnya terkonsentrasi di China dan India.
"China memiliki lebih dari setengah dari proyek PLTA dan PLTS skala utilitas yang sedang dibangun, dengan total 448 GW. India menyusul dengan 125 GW yang saat ini sedang dibangun, menuju target kapasitas non-fosil 500 GW pada 2030," bunyi laporan Global Solar and Wind Trackers, dikutip Kamis (7/5/2026).
Kapasitas gabungan tenaga angin dan surya yang beroperasi di China melampaui 1,6 TW pada 2025, tiga kali lipat kapasitas gabungan dari negara-negara pesaing terdekatnya, Amerika Serikat dan India.
Brasil (401 GW), India (234 GW), dan Filipina (146 GW) juga termasuk di antara tujuh negara teratas dengan potensi kapasitas tenaga angin dan tenaga surya skala utilitas.































