Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Terkoreksi Usai Bentrokan Baru AS-Iran di Selat Hormuz

News
08 May 2026 08:10

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia tergelincir dari rekor tertingginya sementara harga minyak mentah merangkak naik seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi ini kembali memicu kekhawatiran atas pasokan energi dan menguji ketahanan reli pasar ekuitas yang terjadi belakangan ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,9% pada pembukaan perdagangan Jumat (8/5/2026), menyusul bentrokan antara AS dan Iran. Di sisi lain, kontrak berjangka indeks saham AS berhasil menghapus kerugian awal dan diperdagangkan mendatar.


Minyak mentah jenis Brent melonjak 2,3% melampaui US$102 per barel karena kekhawatiran bahwa krisis Timur Tengah akan memperpanjang penutupan Selat Hormuz yang strategis. Dolar AS menguat dan imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun mempertahankan kenaikannya seiring memburuknya prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 minggu tersebut.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa pasukan Amerika membalas serangan Iran terhadap kapal perusak Angkatan Laut yang tengah berlayar di Selat Hormuz pada Kamis. “Sama seperti kita menghancurkan mereka lagi hari ini, kami akan melakukannya jauh lebih keras, dan jauh lebih keras di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan!” tulis Trump dalam unggahan di media sosial. Dalam wawancara telepon dengan ABC News, Trump menggambarkan tindakan militer tersebut sebagai "sentuhan kasih sayang" dan mengeklaim bahwa gencatan senjata dengan Iran secara teknis masih "berlaku."

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)