Logo Bloomberg Technoz

Danantara Jadi Investor GoTo, Pakar Nilai Akan Menciptakan Bias

Merinda Faradianti
07 May 2026 20:00

Mitra pengemudi atau driver ojol Gojek dan Grab. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Mitra pengemudi atau driver ojol Gojek dan Grab. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai bahwa keputusan BPI Danantara untuk masuk sebagai pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan secara berkala menambah kepemilikan berpotensi menciptakan bias kebijakan.

“Saya masih berkeyakinan bahwa tidak seharusnya Danantara masuk sebagai salah satu pengendali perusahaan transportasi online,” Huda bercerita kepada Bloomberg Technoz, Kamis (7/5/2026).

Kekhawatiran Huda berpusat pada distorsi kompetisi yang bisa terjadi ketika salah satu pemain di industri mendapatkan dukungan negara secara tidak langsung.


Dalam kondisi tersebut, kompetitor lain melihat arena persaingan tidak setara (level playing field) dan memilih untuk hengkang dari Indonesia. Dampak lanjutannya adalah merugikan iklim persaingan usaha di industri transportasi online nasional.

“Saya masih memandang pemerintah cukup menjadi regulator saja dan mengatur bagaimana industri ini berjalan,” ucap Huda. “Bias kebijakan ini bisa memunculkan stigma negatif dari pelaku usaha. Pelaku usaha yang eksisting bisa keluar, dan pelaku usaha yang ingin masuk bisa enggan masuk.”