APNI RI & Filipina Teken MoU Pengembangan Produk Sampingan Nikel
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 May 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Maria Cristina A Roque menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dalam pengembangan industri nikel yang diteken Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dan Philippine Nickel Industry Association (PNIA).
Penandatangan memorandum of understanding (MoU) tersebut dilakukan di sela rangkaian The 27th Meeting of the ASEAN Economic Community (AEC) Council and Related Meetings (KTT AECC ke-27) di Cebu, Filipina.
“Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa. Ini adalah fondasi bagi Indonesia-Philippines Nickel Corridor, sebuah platform terstruktur yang menghubungkan kekuatan hilirisasi dan smelter Indonesia dengan pasokan bijih nikel hulu dari Filipina. Ini akan menjadi poros cadangan dan produksi nikel yang tak terpisahkan bagi dunia,” kata Airlangga melalui siaran pers, Jumat (8/5/2026).
Nota Kesepahaman antara APNI dan PNIA mencakup ruang lingkup kerja sama pada aspek pertukaran informasi dalam rangka stabilisasi perdagangan nikel regional dan global, lalu pengembangan sumber daya manusia bersama untuk mendukung ekosistem industri nikel yang berkelanjutan.
Serta, pengembangan bersama teknologi hilirisasi nikel serta pemanfaatan nilai tambah dari produk sampingan atau side product industri pengolahan.





























