Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Juni sempat melonjak 1,96% ke US$120,34 per barel, dan kini masih bertahan di US$114 per barel pada 07:04 WIB. Kenaikan ini terjadi setelah bentrokan baru antara pasukan AS dan Iran kembali pecah, sehingga membayangi prospek tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dari sisi domestik, pasar kembali mencermati posisi cadangan devisa yang akan diumumkan hari ini. Sepanjang kuartal I-2026 cadangan devisa telah tergerus sebanyak US$8,4 miliar untuk stabilisasi nilai tukar rupiah yang melemah 1,79%.
Sebagai catatan, penurunan cadangan devisa pada Maret terlihat semakin dalam, dengan penyusutan sebesar US$3,7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$148,2 miliar. Hal ini terjadi karena ada tekanan eksternal yang cenderung persisten akibat perang di Timur Tengah.
(dsp/aji)



























