Logo Bloomberg Technoz

Laporan BI: Harga Properti Tumbuh Melambat, Penjualan Ambruk

Hidayat Setiaji
08 May 2026 11:51

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah di perumahan kawasan Cileungsi, Jawa Barat, Kamis (30/5/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah di perumahan kawasan Cileungsi, Jawa Barat, Kamis (30/5/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) periode kuartal I-2026. Harga rumah tumbuh melambat, sementara penjualan anjlok.

Pada Jumat (8/5/2026), BI melaporkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal I-2026 tumbuh sebesar 0,62% secara tahunan (year-on-year/yoy). Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yakni 0,83% yoy.

Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe menengah meningkat, sementara penjualan unit properti residensial tipe kecil dan besar belum kuat. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer turun sebesar 25,67% yoy, setelah tumbuh sebesar 7,83% yoy pada kuartal IV-2025.


Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,66% dari total kebutuhan pembiayaan. Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 69,87% dari total skema pembelian.