Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG dan Bursa Asia Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Jadi Penyebab

Muhammad Julian Fadli
23 April 2026 12:55

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Bursa Asia kompak melemah. Sentimen kurang positif datang dari meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah yang menyeret kenaikan harga minyak dunia hingga kembali menembus level US$100/barel.

Pada Kamis (23/4/2026), IHSG Sesi I ditutup di posisi 7.445 dengan kehilangan 95,64 poin (1,27%) dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi I pada Kamis 23 April 2026 (Bloomberg)

Saham perindustrian, saham barang baku, dan saham konsumen non–primer jadi yang terdalam pelemahannya pada tengah hari ini, dengan turun mencapai 2,41%, 1,95% dan 1,77%. Disusul oleh saham teknologi yang melemah 1,5% dan saham infrastruktur terdepresiasi 1,15%.


Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang jatuh 14,9%, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) amblas 14,7%, dan saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) drop 11,7%.

Siang tengah hari Ini, SETI (Thailand), memimpin pelemahan dengan terpeleset paling dalam, menyusul Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea), TOPIX (Jepang), Straits Time (Singapura), SENSEX (India), NIKKEI 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), CSI 300 (China), PSEi (Filipina), dan TW Weighted Index (Taiwan) yang masing–masing ambles mencapai 1,38%, 1,17%, 1,06%, 0,96%, 0,94%, 0,93%, 0,93%, 0,89%, 0,61%, 0,05%, 0,03%, dan 0,02%.