Kena Tarif Antisubsidi AS, Pemain Panel Surya RI Rumahkan Pegawai
Azura Yumna Ramadani Purnama
22 April 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pabrikan panel surya di Indonesia disebut mulai merumahkan sejumlah pegawainya sebab kesulitan menjual hasil produksinya, usai terpapar tarif antisubsidi atau countervailing duties (CVD) Amerika Serikat (AS) terhadap produk asal Indonesia.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani mengungkapkan salah satu perusahaan yang terdampak adalah PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI).
TMAI sendiri merupakan pabrik besutan Trina Solar Co. Ltd., PT Daya Sukses Makmur Selaras, dan PT PLN Indonesia Power Renewable. Adapun, PT Daya Sukses Makmur Selaras merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Sripeni menyatakan pabrik panel surya tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 1 gigawatt (GW) per tahun dan saat ini hanya dapat menjual produknya untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di pasar domestik.
“Ini yang di Jawa Tengah, yang namanya TMAI yang di Jawa Tengah, itu udah tier one, itu produksi 1 GW per tahun, saat ini mulai lay off sementara. Sejak mereka produksi belum ada yang menyerap, yang menyerap baru PLTS kuota,” kata Sripeni ditemui awak media di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).





























