Logo Bloomberg Technoz

RI & Singapura Beda Pendapat Soal Biaya Tol di Selat Malaka

News
22 April 2026 21:00

Sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Singapura, pada hari Selasa, 17 Maret 2026../Bloomberg- Ore Huiying
Sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Singapura, pada hari Selasa, 17 Maret 2026../Bloomberg- Ore Huiying

Ramsey Al-Rikabi dan Chandra Asmara - Bloomberg News

Bloomberg, Para pejabat tinggi dari Indonesia dan Singapura menunjukkan perbedaan yang mencolok pada Rabu mengenai pemungutan tol di Selat Malaka. Perdebatan ini dipicu oleh upaya Iran untuk mengenakan biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa jalur transit melalui Selat Malaka dan Singapura harus tetap gratis bagi semua pihak dan negara kota tersebut tidak akan mendukung upaya apa pun untuk membatasinya.


“Hak lintas bebas dijamin bagi semua orang,” kata Balakrishnan dalam wawancara dengan CNBC di Singapura. “Kami tidak akan ikut serta dalam upaya apa pun untuk menutup, menghalangi, atau mengenakan tol di wilayah sekitar kami.”

Namun, berbicara di acara terpisah di Jakarta pada Rabu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan santai menyinggung kemungkinan penerapan tarif tol.