Logo Bloomberg Technoz

TINS Dibayangi Penurunan Produksi Timah Meski Laba Menguat

Nyoman Ary Wahyudi
23 April 2026 13:30

Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Ingot timah dibiarkan mengeras di dalam cetakannya di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) mencetak laba Rp1,31 triliun sepanjang 2025. Torehan laba itu naik 5,14% dari posisi laba tahun sebelumnya sebesar Rp1,24 triliun.

Adapun, torehan laba bersih TINS itu ditopang oleh kenaikan harga logam timah di pasar. Alasannya, kinerja produksi bijih timah dan penjualan logam kompak terkoreksi sepanjang tahun lalu.

“Pada 2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025,” kata Direktur Utama TINS Restu Widiyantoro lewat siaran pers, Kamis (23/4/2026).


Sepanjang 2025, harga logam timah global tercatat naik dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh meningkatnya permintaan untuk semikonduktor, panel fotovoltaik dan teknologi transisi energi lainnya.

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) 2025 sebesar US$34.119,96 per ton atau naik 13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$30.177,45 per ton.