Logo Bloomberg Technoz

HILIRISASI BAUKSIT

Menakar Posisi RI di Tengah Krisis Aluminium Dunia, Bisa Cuan?

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 April 2026 13:00

Sisa-sisa aluminium di pabrik Kato Light Metal Industry Co. di Kanie, prefektur Aichi, Jepang./Bloomberg-Louise Delmotte
Sisa-sisa aluminium di pabrik Kato Light Metal Industry Co. di Kanie, prefektur Aichi, Jepang./Bloomberg-Louise Delmotte

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah analis komoditas memandang Indonesia semestinya dapat meraih keuntungan jika dapat memasok aluminium ke pasar global, yang saat ini tengah mengalami kenaikan harga gegara pasokannya terkendala gegara perang di Teluk Persia.

Analis komoditas dan Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo berpendapat kondisi pasar hilirisasi bauksit tengah menciptakan dinamika yang kontradiktif bagi Indonesia, sebab harga bahan baku yaitu alumina sedang tertekan, sementara harga aluminium tengah mengalami lonjakan.

Dia meyakini perusahaan smelter aluminium yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan alumina bakal meraih keuntungan besar di tengah kondisi tersebut, sebab mendapatkan harga bahan baku yang murah jika ingin meningkatkan produksi.


Namun, di Indonesia, pabrik pengolahan alumina tercatat lebih besar dibandingkan dengan aluminium. Walhasil, Indonesia diwaspadai hanya bakal menjadi pemasok barang setengah jadi ke negara produsen aluminium.

“Indonesia hanya mengekspor bahan setengah jadi di harga rendah, sementara tambah nilai yang lebih besar dinikmati oleh negara yang memiliki kapasitas elektrolisis atau pengolahan alumina menjadi aluminium,” kata Sutopo ketika dihubungi, Kamis (23/4/2026).