Logo Bloomberg Technoz

Google Klaim Chip AI Terbaru Buat Kerja Komputasi Lebih efisien

Merinda Faradianti
23 April 2026 12:54

Even tahunan Google Cloud Next di Amerika Serikat. dok: Bloomberg
Even tahunan Google Cloud Next di Amerika Serikat. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Google, melalui divisi cloud, memperkenalkan Tensor Processing Unit (TPU) generasi terbaru hasil kreasi perusahaan sendiri. Tim yang menjadi bagian dari Alphabet Inc. tersebut mengeklaim TPU generasi ke-8 memiliki keunggulan dalam kemampuannya menjalankan komputasi kecerdasan buatan (AI).

Google menyatakan bahwa perkembangan AI kini memasuki fase baru, di mana sistem tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu bertindak secara mandiri. Perusahaan menyebut dalam laman blog resmi mereka, “kita sedang memasuki era agentic AI,” yang menandakan pergeseran besar dalam cara teknologi ini digunakan.

Peluncuran chip TPU bertepatan dengan agenda tahunan Google Cloud Next, dimana perusahaan turut menyatakan kucuran dana US$750 juta untuk dorongan peningkatan adopsi AI di lingkungan korporasi. Google juga mempertontonkan deretan tool yang diciptakan untuk membangun agen AI, dikutip Kamis (23/4/2026), 

Klaim Google lainnya bahwa pengembangan AI perusahaan kini memiliki terobosan kemampuan dalam menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri. Berbeda dengan model sebelumnya yang bersifat reaktif, AI agen dirancang memiliki kemampuan untuk bernalar, merencanakan, hingga mengeksekusi tindakan.

Dua Varian TPU untuk Kebutuhan Berbeda

Produk TPU terbaru Google terbagi menjadi dua versi, TPU 8t dan TPU 8i, yang dirancang untuk menangani kebutuhan berbeda dalam ekosistem AI modern.

TPU 8t difokuskan pada pelatihan atau trainingmodel AI berskala besar. Chip ini dirancang untuk menangani beban kerja berat dengan kapasitas memori tinggi dan performa komputasi yang ditingkatkan, sehingga mampu melatih model AI generatif dan multimodal yang semakin kompleks.

“Kami memperkenalkan dua sistem TPU yang dirancang untuk generasi berikutnya dari beban kerja AI,” tulis Google.

Selain performa, TPU 8t juga direkayasa untuk mencapai lebih dari 97% goodput, yakni ukuran waktu komputasi yang benar-benar produktif. Hal ini dicapai melalui berbagai peningkatan pada aspek keandalan, ketersediaan, dan kemudahan servis (RAS).

Sementara itu, TPU 8i ditujukan untuk proses inferensi, yaitu menjalankan model AI secara real-time. Versi ini dioptimalkan untuk latensi rendah, sehingga krusial dalam mendukung AI agen yang membutuhkan respons cepat dan eksekusi langsung.

Google menyebut inovasi ini mampu menghadirkan kinerja per dolar hingga 80% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, memungkinkan bisnis melayani dua kali lebih banyak pengguna dengan biaya yang sama.

Efisiensi Jadi Kunci di Tengah Keterbatasan Daya

Google menyoroti bahwa tantangan utama pusat data saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan chip, melainkan terbatasnya daya listrik. Untuk itu, TPU 8t dan TPU 8i dirancang dengan pendekatan efisiensi menyeluruh.

Perusahaan mengintegrasikan sistem manajemen daya yang mampu menyesuaikan konsumsi listrik secara dinamis sesuai kebutuhan waktu nyata. Hasilnya, kedua chip ini diklaim mampu menghadirkan kinerja per watt hingga dua kali lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, Ironwood.

Namun, efisiensi tidak hanya dicapai pada tingkatan chip. Google menerapkan pendekatan tingkat sistem yang mencakup seluruh infrastruktur, mulai dari silikon hingga pusat data.

Salah satu inovasi utamanya adalah integrasi konektivitas jaringan langsung ke dalam chip komputasi, yang secara signifikan mengurangi konsumsi daya saat memindahkan data di dalam klaster TPU.

Selain itu, pusat data Google juga dirancang secara bersamaan dengan pengembangan TPU. Kombinasi inovasi hardware dan software ini memungkinkan pusat data menghasilkan daya komputasi hingga enam kali lebih besar per unit listrik dibandingkan lima tahun lalu.

TPU generasi terbaru ini juga dilengkapi teknologi pendingin cair generasi ke-4, dengan klaim perusahaan memiliki kemampuan mempertahankan kepadatan performa tinggi, hal yang sulit dicapai dengan pendinginan udara konvensional.

Google menilai bahwa setiap lompatan besar dalam komputasi selalu membutuhkan terobosan infrastruktur, termasuk dalam era AI berbasis agen. Infrastruktur tersebut harus mampu mendukung sistem otonom yang bekerja dalam siklus berkelanjutan, mulai dari penalaran, perencanaan, eksekusi, hingga pembelajaran.

Dalam konteks ini, TPU 8t dan TPU 8i diklaim sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Keduanya dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan AI, mulai dari pelatihan model paling canggih, pengoperasian banyak agen AI secara terkoordinasi, hingga penanganan tugas penalaran yang kompleks.  Kedua chip ini dijadwalkan tersedia secara umum pada akhir tahun ini dan akan menjadi bagian dari ekosistem Hypercomputer AI milik Google.