Surat Utang RI Ramai Dijual Saat Rupiah Tergelincir ke Rp17.300
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 April 2026 13:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual mewarnai pasar surat utang negara (SUN) pada Kamis (23/4/2026). Imbal hasil di hampir semua tenor, baik pendek, menengah dan panjang, selaras bergerak naik, menandakan investor banyak melepas kepemilikannya dalam aset obligasi domestik.
Tekanan jual cukup merata terjadi di sepanjang kurva menyusul pelemahan rupiah yang masih berlanjut dan menembus Rp17.300/US$.
Mengacu data realtime Bloomberg pada 11:15 WIB, kenaikan imbal hasil terlihat cukup tajam di tenor pendek. Imbal hasil tenor 1 tahun tercatat melonjak 9,5 bps ke 5,75%, diikuti tenor 2 tahun naik 2,1 bps menjadi 6%. Begitu juga dengan tenor 3 tahun melonjak signifikan 10,2 bps menjadi 6,2% dan tenor 4 tahun 12,2 bps menjadi 6,42%.
Tren ini juga berlanjut ke tenor 5 tahun yang naik 12,2 bps menjadi Rp6,48%, disusul tenor 6 tahun naik 7,2 bps ke 6,49%. Bahkan imbal hasil tenor acuan terkerek hingga 9,1% ke 6,73%.
Di sisi lain, tenor panjang juga ikut mengalami kenaikan meski masih terbatas dibandingkan tenor pendek. Imbal hasil tenor 15 tahun naik 3,7 bps ke 6,75%, tenor 18 tahun naik 1,9 bps ke 6,81%. Sementara, tenor 11 dan 16 tahun masih mencatatkan koreksi tipis pada imbal hasilnya 0,2 dan 0,5 bps ke 6,6% dan 6,7%.































