Logo Bloomberg Technoz

Tersengat Pelemahan Rupiah, IHSG Terpeleset 1% Lebih

Muhammad Julian Fadli
23 April 2026 10:40

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Sesi I, Kamis (23/4/2026), berbalik arah jadi melemah 1,41% menyentuh posisi 7.435. Indeks bergerak searah dengan nilai tukar rupiah yang sudah di atas Rp17.300/US$.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan. Saham–saham konsumen non-primer, perindustrian, dan barang baku mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 2,71%, 2,64% dan 2,58%.

IHSG Jatuh 1% Lebih Pagi Ini (Bloomberg)

Rentang perdagangan terjadi 7.582 sampai dengan terlemahnya 7.434. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp7,81 triliun dari sejumlah 22,65 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 1,3 juta kali.


Tercatat ada pelemahan 440 saham, dan sebanyak 213 saham terjadi penguatan. Sedangkan terdapat 161 saham stagnan.

Rupiah Melemah Terdalam di Asia

Rupiah pada perdagangan jelang siang hari ini terjerumus di zona merah. Perang di Timur Tengah yang masih memanas dan jauh dari kata damai, terus menggempur pasar energi dan menyebabkan gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz, membuat premi risiko investasi di pasar terus melambung.