Logo Bloomberg Technoz

Penjelasan BMKG soal Panas Menyengat Landa Jakarta

Dinda Decembria
23 April 2026 10:20

Warga menyeberang jalan saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menyeberang jalan saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Suhu panas yang terasa menyengat di Jakarta dan sekitarnya belakangan ini merupakan bagian dari masa peralihan musim menuju kemarau. Kondisi ini umum terjadi saat perubahan pola cuaca mulai berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia.

Prakirawan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Wahyu Argo, menjelaskan bahwa saat ini Monsun Australia mulai menguat dan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

“Kondisi panas yang dirasakan di Jakarta dan sekitarnya merupakan bagian dari masa peralihan musim menuju kemarau. Saat ini, Monsun Australia mulai menguat, yang ditandai dengan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Angin ini umumnya membawa massa udara yang lebih kering,” ujar Wahyu kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/4).


Dia menambahkan, pada siang hari terjadi pemanasan permukaan yang cukup kuat sehingga suhu udara terasa lebih terik, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

“Pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari membuat atmosfer menjadi lebih labil dan mendukung proses pengangkatan massa udara ke atas,” jelasnya.