Bauksit Menipis Jika Proyek Aluminium China di RI Tak Terkendali
Azura Yumna Ramadani Purnama
23 April 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas mengingatkan risiko menipisnya cadangan bauksit Indonesia dalam 10 tahun mendatang jika investasi pembangunan smelter aluminium tidak terkendali, utamanya gegara investasi dari China.
Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono berpendapat permintaan domestik untuk produk aluminium tahun ini diprediksi hanya sebesar 533.00 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi sedang ditingkatkan menuju 1,39 juta ton per tahun.
Lebih jauh, Wahyu mengutip proyeksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang menyatakan cadangan bauksit nasional bisa menipis dalam 10 tahun jika eksploitasi dilakukan untuk mengejar target produksi smelter baru.
Dia mencatat kapasitas produksi aluminium Indonesia bisa mencapai 4,9 juta ton per tahun pada 2035 jika rencana investasi smelter saat ini direalisasikan tanpa kontrol ketat, sementara kebutuhan dari pasar lokal berada dibawah 1 juta ton per tahun.
“Risiko utama bukan hanya soal harga, melainkan ketahanan bahan baku. Inalum telah memberikan peringatan keras mengenai ancaman penipisan cadangan bauksit nasional yang diperkirakan bisa habis dalam waktu 10 tahun jika eksploitasi dilakukan untuk mengejar target produksi smelter baru,” kata Wahyu ketika dihubungi, Kamis (23/4/2026).





























