Logo Bloomberg Technoz

Dua Ancaman Krisis Saat Investasi Pusat Data AI Booming

Merinda Faradianti
22 April 2026 15:28

Ilustrasi pengembangan pusat data. dok: Bloomberg
Ilustrasi pengembangan pusat data. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menghadirkan tantangan serius, mulai dari ketersediaan daya listrik dan infrastruktur. Tak hanya itu, isu air juga menjadi perhatian utama.

Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Yudha Permana, mengatakan bahwa permintaan terhadap kapasitas pusat data dengan beban tinggi kini semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan penggunaan AI yang kian masif di kalangan perusahaan.

Ia menjelaskan bahwa tren ini sejalan dengan meningkatnya adopsi AI di kalangan korporasi. Sekitar 50% atau lebih perusahaan sudah mulai menggunakan AI dalam operasional sehari-hari.


“Tantangannya itu ketersediaan power dan infrastructure yang harus playing catch up dengan demand di market,” kata Yudha, ditemui di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Selain daya listrik, faktor lain yang menjadi sorotan adalah kesiapan infrastruktur fisik. Berbeda dengan pusat data konvensional, fasilitas untuk AI membutuhkan ruang dengan skala lebih luas.

Pasalnya, penggunaan GPU dengan bobot berat membutuhkan pendinginan yang lebih kompleks. Menurut Yudha, kondisi ini mendorong banyak para pengembang pusat data untuk membangun fasilitas di luar Jakarta.