Logo Bloomberg Technoz

Saat Ekspansi Pusat Data Amerika Justru Tergantung Pada China

News
02 April 2026 15:00

Pusat data di Aldie, Virginia, Amerika Serikat. (Lexi Critchett/Bloomberg)
Pusat data di Aldie, Virginia, Amerika Serikat. (Lexi Critchett/Bloomberg)

Bloomberg, Di Abilene, Texas, Amerika Serikat, lebih dari 6.000 pekerja berkeliling dengan kendaraan listrik, bekerja siang dan malam untuk membangun pusat data raksasa guna memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligenceAI) dunia yang terus meningkat. Saat pekerjaan tuntas tahun ini, delapan gedung yang luas — yang akan digunakan oleh OpenAI — akan mengonsumsi 1,2 gigawatt (GW) listrik, atau cukup untuk hampir 1 juta rumah tangga di Amerika. 

Seiring memanasnya persaingan AI global, terdapat dorongan besar untuk membangun pusat data dengan cepat. Arus pendanaannya juga masif, dengan raksasa teknologi seperti Alphabet Inc., Amazon.com, Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp. berkomitmen ikut berkontribusi dengan gelontoran lebih dari US$650 miliar, itu pun hanya di tahun ini saja. Namun, baik ambisi maupun modal saja tidak cukup untuk mewujudkan semua komponen yang diperlukan bagi komputer-komputer yang sangat membutuhkan daya ini.

Hampir setengah dari calon pusat data AS diperkirakan akan tertunda atau dibatalkan. Salah satu alasan utamanya adalah kekurangan peralatan elektrikal atau listrik, seperti transformator, panel distribusi, dan baterai. Peralatan ini tidak hanya dibutuhkan untuk menggerakkan AI, tetapi juga untuk memperluas jaringan listrik yang menghadapi peningkatan konsumsi dari mobil listrik dan pompa panas. Kapasitas manufaktur AS untuk perangkat-perangkat ini tidak mampu memenuhi permintaan, dan kelangkaan ini memaksa pembangun pusat data untuk bergantung pada impor.


Elektrifikasi merupakan solusi utama untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus mendukung ambisi AI. Namun, keunggulan AS di bidang AI—terutama dalam hal chip komputer dan software canggih—terhambat oleh ketidakmampuan negara tersebut memproduksi komponen listrik. “Kapasitas dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, sehingga orang-orang terpaksa beralih ke pasar ekspor,” kata Benjamin Boucher, analis senior di Wood Mackenzie.

Pembangunan AI Amerika Bergantung pada Komponen Listrik Buatan China (Bloomberg)

Ketergantungan impor membuat perusahaan pusat data berada dalam dilema. “Hanya akan ada satu pemenang,” kata Presiden Donald Trump pada Desember, “dan itu kemungkinan besar akan menjadi AS atau China.” Meskipun ia ingin AS menang, doktrin “America First”-nya menuntut pemasangan hambatan perdagangan untuk mengurangi impor.