Logo Bloomberg Technoz

MenLH Sebut Indonesia Hanya Mampu Kelola 26% Sampah

Pramesti Regita Cindy
20 April 2026 08:15

Tumpukan sampah yang menggunung di jalan raya Cimanggis, Ciputat, Tangsel, Rabu (23/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tumpukan sampah yang menggunung di jalan raya Cimanggis, Ciputat, Tangsel, Rabu (23/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, Indonesia tengah menghadapi situasi darurat sampah nasional. Setiap hari, kata dia, masyarakat memproduksi 130.000 ton sampah atau setara 0,5 kg sampah per orang -- jumlah penduduk sebanyak 288,3 juta.

Menurut dia, saat ini Indonesia hanya memiliki 43.731 fasilitas pengelolaan sampah. Bahkan, hanya 33.249 unit yang berfungsi optimal sehingga kemampuan pengolahan sampah secara maksimal hanya sekitar 37.000 ton per hari setara 26% produksi sampah harian.

Hal ini membuat praktik sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka masih terus berjalan -- meski mencemari tanah, air, dan udara sekitar. Praktik ini masih terjadi di 69% persen tempat pembuangan akhir (TPA) atau 324 dari 480 TPA.


“Kelalaian kita selama hampir 13 tahun sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kemudian dampaknya pada hari ini semua berhadapan langsung dengan kasus-kasus sampah,” kata Hanif dikutip dari siaran pers Lemhanas, Senin (20/04/2026).

Oleh sebab itu, Kementerian Lingkungan Hidup tengah berupaya untuk mendorong seluruh pemerintah daerah mengakhiri praktik open dumping pada 324 TPA di seluruh kabupaten atau kota tanpa terkecuali.