Logo Bloomberg Technoz

Industri Nikel Tunggu Tugas DSI: Offtaker Tunggal atau Broker?

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 June 2026 11:50

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian
Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah perusahaan penambangan dan pengolahan nikel menanti kepastian tugas PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam menjalankan kebijakan ‘ekspor satu pintu’ komoditas feronikel (FeNi).

Presiden Direktur PT Ceria Metalindo Prima Aldo Namora menyatakan perseroan masih menunggu informasi hubungan legal dan komersial antara produsen feronikel dengan Danantara.

Dia berpendapat saat ini terdapat dua opsi tugas DSI dalam menjalankan kebijakan tersebut. Pertama, menjadi pihak yang sekadar memasarkan produk yakni broker atau trader. Kedua, langsung mengakuisisi produk dari produsen dan baru dijual ke pasar ekspor.


“Apakah ini peran Danantara sebagai marketing arm. Artinya title of goods, apakah itu CPO, apakah itu batu bara, apakah itu NPI atau feronikel, masih tetap di perusahaan yang memproduksi tapi hak marketing ada di Danantara,” kata Aldo ditemui di sela Indonesia Critical Mineral Conference, Kamis (4/6/2026).

“Atau apakah mungkin nanti produk kita di-centralize di Danantara di mana dan Danantara ambil titelnya, artinya akusisi ya-lah. Jadi Danantara purchase dulu setelah titelnya ditransfer baru Danantara menjual,” lanjut dia.