“Dengan adanya beberapa tantangan seperti kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional akibat eskalasi geopolitik global, serta libur dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional, PMI tetap di zona ekspansi," ujar Febrio dalam keterangan pers, Kamis (2/4/2026).
Dia menambahkan, sentimen bisnis tetap terjaga, didukung oleh ekspektasi permintaan global yang tercermin dari PMI manufaktur negara mitra dagang yang masih berada pada zona ekspansif, serta permintaan domestik yang tetap kuat.
Dari sisi domestik, dia menjelaskan prospek ekonomi tetap kuat, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang tumbuh 6,9% (yoy), didorong oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2026.
Pada sektor otomotif, penjualan mobil tumbuh 12,2% (yoy) dan penjualan sepeda motor masih tumbuh positif. Aktivitas sektor riil juga tetap kuat, tercermin dari penjualan semen yang tumbuh 5,3% serta konsumsi listrik sektor bisnis dan industri yang tetap positif.
Optimisme masyarakat tetap kuat, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari yang berada pada level 125,2. Hal ini didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang meningkat menjadi 115,9 dari 115,1 pada bulan sebelumnya, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis sebesar 134,4.
(lav)






























