Logo Bloomberg Technoz

Jalan Panjang Pengelolaan Sampah di Jakarta

Andrean Kristianto
06 July 2026 19:39

Relawan bersiap dengan gerobak Kompos Keliling (KOMLING) di RT11/RW07, Gandaria Utara, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Relawan bersiap dengan gerobak Kompos Keliling (KOMLING) di RT11/RW07, Gandaria Utara, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pengelolaan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengelolaan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Upaya tersebut diwujudkan warga Gandaria Utara, Jakarta Selatan melalui inovasi Kompos Keliling (KOMLING). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Upaya tersebut diwujudkan warga Gandaria Utara, Jakarta Selatan melalui inovasi Kompos Keliling (KOMLING). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hasil pengolahan sampah organik itu kemudian dimanfaatkan warga untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Hasil pengolahan sampah organik itu kemudian dimanfaatkan warga untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Kompos tersebut nantinya akan menjadi edukasi bagi warga sebagai media tanam berbagai jenis sayuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kompos tersebut nantinya akan menjadi edukasi bagi warga sebagai media tanam berbagai jenis sayuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Relawan bersiap dengan gerobak Kompos Keliling (KOMLING) di RT11/RW07, Gandaria Utara, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pengelolaan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Upaya tersebut diwujudkan warga Gandaria Utara, Jakarta Selatan melalui inovasi Kompos Keliling (KOMLING). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Hasil pengolahan sampah organik itu kemudian dimanfaatkan warga untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Kompos tersebut nantinya akan menjadi edukasi bagi warga sebagai media tanam berbagai jenis sayuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengelolaan sampah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta masih menjadi tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

Penanganannya dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan pelaku usaha melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi sejak dari sumbernya.

Upaya tersebut diwujudkan Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori (43), melalui inovasi Kompos Keliling (KOMLING) yang memanfaatkan gerobak listrik. Setiap hari, KOMLING berkeliling menjemput sampah organik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi kompos.

“Harapannya dengan aksi jemput bola ini bisa bermanfaat dan juga bisa mengurangi volume sampah dan efektif, jadi setidaknya bisa menjadi solusi dan juga benang merah untuk mengatasi masalah sampah,” kata Imam Basori kepada Bloomberg Technoz, Senin (6/7).

Imam menjelaskan, program KOMLING mampu mengumpulkan sekitar 5 hingga 10 liter sampah organik setiap hari yang berasal dari limbah dapur rumah tangga. Program tersebut juga menjadi bagian dari gerakan membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Hasil pengolahan sampah organik itu kemudian dimanfaatkan warga untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan RT 11/RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Kompos tersebut nantinya akan menjadi edukasi bagi warga sebagai media tanam berbagai jenis sayuran.

(dre/ain)