Logo Bloomberg Technoz

BMKG: Gelombang Panas Eropa Dipicu Fenomena Meteorologi

Dinda Decembria
07 July 2026 15:30

Ilustrasi Wilayah Indonesia Diserang Suhu Panas bukan Gelombang Panas. (Dok: BMKG)
Ilustrasi Wilayah Indonesia Diserang Suhu Panas bukan Gelombang Panas. (Dok: BMKG)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh kombinasi fenomena meteorologi di atmosfer yang diperparah dampak perubahan iklim global. Kondisi tersebut membuat suhu di sejumlah wilayah menembus lebih dari 40 derajat Celsius.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan faktor utama yang memicu fenomena tersebut adalah terbentuknya Blok Omega (Omega Block), yakni pola sirkulasi atmosfer yang menyerupai huruf Yunani Omega.

"Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa beberapa minggu belakangan ini dipicu oleh kombinasi fenomena meteorologi spesifik di atmosfer dan diperparah secara signifikan oleh perubahan iklim global," ujar Ardhasena kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7).


Menurutnya, pola tersebut membentuk sistem tekanan tinggi (antisiklon) yang sangat kuat dan stabil di wilayah Eropa Barat hingga Eropa Tengah, diapit oleh dua sistem tekanan rendah di sisi barat dan timurnya. Kondisi ini kemudian menciptakan fenomena heat dome atau kubah panas yang memerangkap udara panas di dekat permukaan bumi.

"Tekanan tinggi tersebut terus menekan udara panas ke bawah, memerangkapnya di permukaan bumi, dan mencegah terbentuknya awan maupun angin sejuk yang bisa menurunkan suhu. Proses ini dikenal sebagai pemanasan adiabatik," jelasnya.