Peluncuran tersebut mempertegas langkah Sinarmas AM dalam memperluas layanan di sektor keuangan sekaligus memperkuat ekosistem investasi jangka panjang di Indonesia. Perseroan menilai kebutuhan masyarakat terhadap perencanaan pensiun semakin meningkat, terutama di tengah perubahan pola kerja dan berkembangnya ekonomi digital.
Direktur Utama Sinarmas AM, Alex Setyawan W.K., mengatakan pendirian DPLK SAM bukan sekadar pengembangan bisnis perusahaan, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap peningkatan ketahanan finansial masyarakat Indonesia.
"Peluncuran DPLK SAM bukan hanya ekspansi bisnis Sinarmas AM, tetapi juga bentuk kontribusi nyata kami dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia. Sebagai Manajer Investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini," ujarnya.
Peluncuran DPLK SAM juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong transformasi industri dana pensiun. Fokus pengembangan meliputi peningkatan tata kelola, digitalisasi layanan, perluasan kepesertaan, serta penguatan investasi jangka panjang.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia terus memperkuat perannya sebagai pusat pendalaman pasar modal nasional. Dana pensiun dipandang memiliki posisi strategis sebagai investor institusi yang mampu mendukung stabilitas pasar sekaligus menjadi sumber pembiayaan pembangunan jangka panjang.
DPLK Digital Bidik Generasi Muda dan Pekerja Informal
Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi Ok., menilai perubahan karakter angkatan kerja saat ini menuntut inovasi dalam layanan dana pensiun. Menurutnya, generasi muda membutuhkan layanan yang praktis, fleksibel, dan sepenuhnya terintegrasi secara digital.
"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital dan memiliki karakteristik investasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu kami menghadirkan DPLK yang mudah diakses melalui aplikasi, fleksibel, transparan, dan terjangkau. Kami ingin membangun kesadaran bahwa dana pensiun bukan sesuatu yang dipersiapkan menjelang usia pensiun, melainkan dimulai sejak pertama kali memperoleh penghasilan. Dengan setoran mulai dari Rp50.000 per bulan, DPLK SAM membuka akses bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator untuk mulai membangun dana pensiun secara bertahap."
Melalui pendekatan tersebut, DPLK SAM ingin memperluas jangkauan peserta hingga ke kelompok pekerja informal yang selama ini belum banyak tersentuh layanan dana pensiun. Fleksibilitas iuran menjadi salah satu keunggulan agar semakin banyak masyarakat dapat mulai mempersiapkan masa pensiun sejak dini.
DPLK SAM menawarkan sejumlah layanan utama, mulai dari Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu, PPIP dan Dana Kompensasi Pasca Kerja (DKPK) untuk institusi, pembayaran manfaat pensiun berkala, hingga program Dana Pendidikan Anak.
Dalam menjalankan operasionalnya, DPLK SAM mengusung visi menjadi pilar terpercaya dalam mewujudkan kemandirian finansial masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana pensiun yang aman dan berbasis teknologi digital.
Perseroan juga menetapkan tiga prinsip utama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan pensiun sejak dini, menyediakan produk yang inklusif dan mudah diakses, serta mengintegrasikan teknologi digital agar layanan menjadi lebih efisien, transparan, dan terpercaya.
Peluncuran DPLK SAM dilakukan di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam program dana pensiun. Dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 280 juta jiwa dan angkatan kerja lebih dari 150 juta orang, jumlah peserta dana pensiun masih relatif kecil dibandingkan total tenaga kerja nasional.
Sebagian besar pekerja informal maupun pekerja mandiri bahkan belum memiliki program pensiun yang terencana. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri jasa keuangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan menuju target Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024 sampai 2028, tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94 persen dari total 147,7 juta angkatan kerja berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Sebagai solusi, DPLK SAM menghadirkan platform digital SimPensiun yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran, memantau perkembangan dana, mengubah pilihan investasi, hingga mengajukan pencairan manfaat pensiun secara daring.
Platform tersebut dirancang untuk menjangkau Generasi Z dan generasi milenial yang mulai memasuki usia produktif. Perseroan meyakini digitalisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap program dana pensiun.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, DPLK SAM menargetkan aset kelolaan sebesar Rp150 miliar pada 2026 dengan jumlah peserta mencapai 15.000 orang. Target tersebut akan didorong melalui edukasi keuangan, pemanfaatan kanal digital, serta jaringan distribusi pemasaran yang dimiliki perusahaan.
Alex Setyawan W.K. optimistis prospek industri dana pensiun nasional masih sangat besar, terutama jika didukung kombinasi antara investasi profesional, teknologi digital, dan literasi keuangan yang terus diperluas.
"Kami percaya masa depan industri dana pensiun Indonesia sangat besar. Dengan kombinasi kekuatan investasi, teknologi digital, dan edukasi keuangan yang berkelanjutan, DPLK SAM ingin menjadi mitra terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam mewujudkan hari tua yang lebih nyaman, tenang dan sejahtera."
Fokus pemasaran DPLK SAM akan diarahkan kepada perusahaan di lingkungan Grup Sinar Mas, perusahaan swasta nasional, serta pekerja individu di sektor formal maupun informal. Perusahaan juga akan memperluas kolaborasi melalui aplikasi digital dan jaringan mitra distribusi untuk memperbesar jumlah peserta.
DPLK SAM mengusung tagline "Mitra Terpercaya Anda untuk Hari Tua Sejahtera" dengan dukungan tim profesional yang akan mendampingi peserta dalam merencanakan kebutuhan finansial masa pensiun.
Secara legal, DPLK SAM memperoleh pengesahan dari OJK melalui Surat Keputusan Nomor KEP 39/D.05/2026 tertanggal 5 Juni 2026. Sementara itu, Sinarmas AM sebagai pendiri berada dalam jajaran lima besar manajer investasi di Indonesia dengan total Asset Under Management mencapai Rp64,8 triliun per Februari 2026.
Dana kelolaan tersebut berasal dari 34 produk reksa dana, Dana Investasi Real Estat (DIRE), dan Kontrak Pengelolaan Dana. Sinarmas AM juga didukung oleh 23 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Peluncuran DPLK SAM turut dihadiri Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono, Komisaris Utama Sinarmas AM I.J. Soegeng Wibowo, Direktur Utama Sinarmas AM Alex Setyawan W.K., serta jajaran pengurus dan dewan pengawas DPLK SAM. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai dimulainya babak baru pengembangan industri dana pensiun berbasis digital di Indonesia.