Manufaktur RI, Apindo Dorong Negara Jaga Daya Beli & Makroekonomi
Pramesti Regita Cindy
02 July 2026 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah antisipatif dengan melakukan penguatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas makroekonomi untuk menahan tekanan yang tengah dihadapi industri manufaktur.
Hal ini menyusul terjadinya koreksi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026.
"Dalam pandangan Apindo, respons kebijakan perlu diarahkan pada dua sisi sekaligus: menjaga permintaan dan meredam tekanan biaya," ungkap Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Kamis (2/7/2026).
"Dalam jangka pendek, pemerintah perlu memperkuat stabilitas makroekonomi, terutama stabilitas nilai tukar, menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan energi, serta memastikan tidak ada gangguan logistik yang menambah beban biaya industri," jelasnya.
Di sisi lain, Shinta menyebut pemerintah juga perlu menerapkan kebijakan yang bersifat kebijakan anti-siklus atau counter-cyclical. Maksudnya, seperti pemberian relaksasi dan pasokan bahan baku tertentu, dukungan likuiditas, hingga stimulus yang lebih terarah bagi sektor padat karya, agar dapat membantu menahan tekanan agar tidak semakin dalam.































