Logo Bloomberg Technoz

Respons BI Soal Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp18.000/US$

Mis Fransiska Dewi
07 July 2026 17:20

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp18.000/US$ terjadi karena sinyal hawkish yang disampaikan pejabat Federal Reserve (The Fed) hingga indeks dolar AS yang melemah di posisi 101. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pernyataan pejabat The Fed mengindikasikan Fed Funds Rate (FFR) di masa yang akan datang atau hingga akhir tahun akan terus menguat. Kondisi tersebut mengakibatkan indeks dolar (DXY) bereaksi sehingga pada akhir Juni berada di level 101. 

“Bahwa angka 101 adalah angka tertinggi dalam satu tahun terakhir untuk DXY. Jadi kombinasi signal hawkish pejabat The Fed dan juga diikuti dengan naiknya DXY pada level tertinggi dalam satu tahun terakhir inilah yang membuat nilai tukar sejumlah negara itu melemah terhadap dolar AS,” kata Denny ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2026). 


Denny menjelaskan berdasarkan data yang telah dihimpun, mata uang sejumlah negara lain juga melemah. Dia mengungkapkan mata uang Rusia bahkan paling lemah dibandingkan emerging market lainnya, yakni melemah 5,5%. Kemudian mata uang Chili melemah sekitar 4%, mata uang Thailand yakni Baht melemah 2,3%. 

Kemudian rupiah juga melemah 1,4%, Won dan Peso masing-masing melemah 1%. Lalu Rupee juga melemah sekitar 0,7% serta Renminbi melemah 0,5%.