Dari aspek likuiditas, rasio alat likuid terhadap non-core deposit (ALNCD) tercatat 121,23%, turun dari 126,19% pada Desember 2025, namun tetap jauh di atas ambang batas 50%. Sementara rasio alat likuid terhadap DPK (ALDPK) sebesar 27,54%, dibandingkan 28,57% pada Desember 2025, masih di atas threshold 10%. Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 197,92%.
Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 2,14%, naik tipis dari 2,05% pada Desember 2025. NPL net berada di level 0,89%, dibandingkan 0,79% pada bulan sebelumnya. Adapun Loan at Risk (LaR) tercatat 9,01%, sedikit meningkat dari 8,77% pada Desember 2025.
Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) perbankan sebesar 2,49%, relatif stabil dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 2,53%. Sementara itu, permodalan perbankan tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,87%, atau sama dengan posisi Desember 2025.
"Tentu ini menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global," jelas Dian.
(dhf)






























