Harga daging kerbau beku impor naik 0,63% menjadi Rp113.332/kg, tetapi harga daging kerbau segar lokal turun 0,89% menjadi Rp143.163/kg.
Sementara itu, harga beras premium dan medium no SPHP naik masing-masing 0,05% dan 0,01% menjadi Rp15.714/kg dan Rp13.961/kg. Tapi, beras medium dan SPHP turun masing-masing 0,02% dan 0,10% menjadi Rp13.398 dan Rp12.445/kg.
Harga bawang merah dan bawang putih bonggol masing-masing naik 0,56% dan 0,14% menjadi Rp42.682 dan Rp39.452/kg. Sementara, kedelai bijih kering impor turun 0,18% menjadi Rp10.914/kg.
Daging ayam ras seharga Rp39.771/kg, mendekati HAP Rp40.000/kg, turun 2,29%. Telur ayam ras tercatat Rp30.390/kg, sedikit di atas HAP Rp30.000/kg, yang juga turun 2,93%.
Harga gula konsumsi tercatat Rp17.927/kg, masih dalam rentang HAP nasional Rp17.500–Rp18.500/kg. Minyak goreng kemasan dibanderol Rp20.423/kg, sedangkan minyak goreng curah Rp17.229/liter. Harga Minyakita tercatat Rp16.778/liter, di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700/liter.
Untuk ikan-ikanan, harga ikan kembung sebesar Rp45.832/kg, naik 0,30%. Sementara harga ikan tongkol dan bandeng masing-masing turun 0,55% dan 0,71% menjadi Rp37.406 dan Rp37.051/kg.
Intervensi Pemerintah
Di sisi lain, pada Kamis kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melaksanakan Gelar Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta.
Harga cabai rawit merah tersebut dijual dengan harga Rp55.000/kilogram (kg), sebagai upaya meredam harga yang sempat melonjak hingga Rp120.000/kg menjelang Ramadan lalu.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi mengatakan, pasokan cabai didatangkan dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.
"Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur," kata Agung dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/2/2026).
Agung mengatakan, kebijakan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan seluruh pihak, sehingga harga untuk konsumen dapat stabil dan petani tetap memperoleh margin yang wajar.
Pemerintah, kata dia, berharap harga di tingkat konsumen dan pengecer maksimal hanya mencapai sebesar Rp65.000/kg. "Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah ditingkat petani Rp50.000/kg, dan harga di PIKJ sebesar Rp56.000/kg," tutur Agung.
(ell)






























