Logo Bloomberg Technoz

Trump Ultimatum Iran, Sepakati Nuklir atau Diserang dalam 15 Hari

Redaksi
20 February 2026 18:00

Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). (Krisztian Bocsi/Bloomberg)
Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). (Krisztian Bocsi/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada Kamis (19/2). Ia menegaskan bahwa Teheran harus segera menyetujui kesepakatan terkait program nuklirnya dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari, atau bersiap menghadapi konsekuensi yang ia sebut sebagai "hal-hal yang sangat buruk".

Ultimatum ini muncul di tengah mobilisasi militer besar-besaran AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pecahnya perang terbuka. Meski demikian, Trump mengeklaim bahwa negosiasi sejauh ini berjalan baik, namun ia menuntut hasil yang "berarti".

"Jika tidak, hal buruk akan terjadi," ujar Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington seperti dilaporkan Reuters. Ia merujuk pada serangan udara AS pada Juni lalu yang menurutnya telah "melumpuhkan" potensi nuklir Iran. "Kita mungkin akan melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Kalian akan mengetahuinya dalam sekitar 10 hari ke depan," tambahnya.


Saat dikonfirmasi kembali di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menegaskan, "Saya pikir 10 sampai 15 hari adalah waktu yang cukup, itu batas maksimal."

Menanggapi gertakan tersebut, Teheran mengirimkan surat resmi kepada Sekjen PBB Antonio Guterres. Iran menyatakan tidak akan memulai perang, namun jika diserang, mereka akan membalas secara "tegas dan proporsional" sebagai bentuk pertahanan diri.