Logo Bloomberg Technoz

Bapanas soal Cabai Mahal: Hujan, Tak Ada yang Berani Metik

Sultan Ibnu Affan
19 February 2026 12:15

Pedagang merapihkan cabai rawit merah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai rawit merah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengamini fluktuasi harga cabai dipicu faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi yang menghambat aktivitas panen. Bapanas menegaskan harga cabai tinggi bukan karena nihil stok.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas,I Gusti Ketut Astawa memastikan ketersediaan cabai di tingkat tanaman siap panen mencukupi.

"Kita bukan tidak ada barang. Barang sangat banyak di standing crop-nya, tapi tidak ada yang berani metik karena hujan," tutur Ketut dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (19/2/2026).


Ketut menyebut Bapanas sudah menyiapkan langkah intervensi pasokan untuk meredam gejolak harga cabai rawit merah. Distribusi akan menyasar ke pedagang pasar induk, terutama Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Tanah Tinggi. Pasokan tersebut bersumber dari Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian yang tersebar di sejumlah sentra produksi.

“Kita akan dorong ke pasar induk. Jadi pasar induk kita kasih banyak cabai dulu, biar agak turun harganya,” ujar Ketut.