Logo Bloomberg Technoz

Kemendag Berdalih Harga Cabai Rawit Mahal Imbas Faktor Cuaca

Pramesti Regita Cindy
18 February 2026 13:10

Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai merah besar dan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan faktor mahalnya harga cabai rawit yang melampaui batas harga acuan pembelian (HAP) yang berada dikisaran Rp40.000/kg-Rp57.000/kg.

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, hal tersebut terjadi lantaran faktor musim yang membuat rantai pasok dari petani cabai terganggu. 

"Kami udah koordinasi dengan asosiasi petani. Karena hujannya terus-terusan ya, sebenarnya panennya produknya ada banyak. Cuma karena terganggu hujan sehingga distribusinya tidak berjalan dengan baik. Kami udah koordinasi ya," kata Budi ketika ditemui di Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026). 


Ketika ditanya terkait faktor lainnya seperti virus yang mungkin menyerang tanaman cabai, Budi hanya menegaskan pihaknya akan memastikan kembali hal tersebut. 

Namun, ia memastikan kembali bahwa faktor utama yang terjadi lantaran cuaca hujan. "yang pasti kemarin ketika kita kumpulkan dengan pelaku usaha, lebih faktor ini, karena hujan Itu lebih mendominasi."