Logo Bloomberg Technoz

Syarat Jika Ingin Target 'Cuan' Danantara Tercapai

Artha Adventy
20 February 2026 14:50

Gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Target imbal hasil aset atau return on assets (ROA) sebesar 7%–8% bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dinilai bukan hal yang mustahil, sepanjang strategi investasi dan tata kelola dijalankan secara disiplin.

Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan, untuk lembaga pengelola dana berskala besar seperti Danantara target ROA 7%–8% tergolong agresif, terutama bila portofolionya didominasi proyek infrastruktur, hilirisasi, serta BUMN yang berkarakter jangka panjang dan padat modal.

“Menurut saya, target RoA 7–8% untuk Danantara itu bukan mustahil, dengan catatan strategi investasinya tepat dengan tata kelola yang disiplin terjaga,” ujar Reydi.


Ia menjelaskan, investasi di sektor riil umumnya membutuhkan waktu untuk menghasilkan imbal balik optimal dan sangat bergantung pada kualitas eksekusi proyek serta stabilitas ekonomi makro. Proyek-proyek berbasis modal besar cenderung memiliki periode pengembalian yang lebih panjang dan risiko yang sensitif terhadap dinamika ekonomi.

Namun demikian, target tersebut dinilai lebih realistis apabila Danantara mampu mengombinasikan penempatan dana pada aset strategis domestik seperti sektor energi dan pertambangan dengan instrumen pasar modal yang lebih likuid dan menawarkan tingkat imbal hasil lebih tinggi.