Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Jepang ke Laju Terendah, BOJ Mungkin Tetap Kerek Bunga

News
20 February 2026 09:00

Inflasi Jepang. (Noriko Hayashi/Bloomberg)
Inflasi Jepang. (Noriko Hayashi/Bloomberg)

Toru Fujioka - Bloomberg News

Bloomberg, Indikator inflasi utama Jepang melambat ke laju terendah dalam dua tahun terakhir akibat faktor-faktor sementara. Namun, data ini kemungkinan tidak akan menggoyahkan tekad bank sentral untuk terus menaikkan suku bunga saat waktunya tepat. Yen melemah setelah data tersebut dirilis.

Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi pada Jumat (20/2/2026), harga konsumen tidak termasuk makanan segar naik 2% dari tahun sebelumnya pada Januari, kenaikan terkecil sejak Januari 2024. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan median ekonom dan terjadi setelah indikator tersebut naik 2,4% pada bulan sebelumnya.


Indikator yang juga tidak memasukkan energi guna mencerminkan kekuatan mendasar meningkat 2,6%, jauh di atas target Bank of Japan (BOJ) sebesar 2%. Inflasi secara keseluruhan yang mencakup semua barang turun menjadi 1,5%, turun di bawah 2% untuk kali pertama sejak Maret 2022.

Inflasi Jepang Mungkin Telah Mencapai Puncaknya Saat Ini. (Bloomberg)

Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan harga di Jepang memasuki fase yang sedikit lebih lambat dibandingkan tahun lalu, sebagian berkat langkah-langkah fiskal Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi yang bertujuan meringankan biaya hidup. Lonjakan historis mendorong laju inflasi tanpa makanan segar mencapai 3,1% pada 2025, tahun keempat berturut-turut di atas 2%.