Logo Bloomberg Technoz

Keran Impor Kapas AS Dibuka, APSYFI Minta Utilisasi Industri Naik

Redaksi
20 February 2026 13:40

Duta Besar Greer menyatakan pengumuman Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Presiden Trump dengan Presiden Prabowo. (Dok. USTR)
Duta Besar Greer menyatakan pengumuman Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Presiden Trump dengan Presiden Prabowo. (Dok. USTR)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas pertanian asal Amerika Serikat senilai US$4,5 miliar (Rp75,8 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp15.850).

Salah satu poinnya adalah komitmen impor sedikitnya 163.000 ton metrik kapas asal AS per tahun selama lima tahun.

Kesepakatan tersebut juga diikuti komitmen Amerika Serikat untuk membentuk mekanisme yang memungkinkan produk tekstil dan pakaian tertentu dari Indonesia memperoleh tarif resiprokal 0%.


Skema itu mengatur bahwa volume ekspor TPT Indonesia yang mendapatkan tarif lebih rendah akan dikaitkan dengan besaran impor bahan baku tekstil dari AS, termasuk kapas dan serat buatan.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia APSyFI Redma Wirawasta mengatakan industri menyambut positif peluang peningkatan impor kapas dari AS. Menurutnya, kapas akan menjadi pelengkap bagi bahan baku yang telah dimiliki industri domestik seperti polyester dan rayon.