Logo Bloomberg Technoz

RI Tebas Produksi Nikel, ESDM Yakin Harga Stabil di US$20.000/Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 January 2026 11:00

Blok Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di fasilitas pengolahan nikel Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian
Blok Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) di fasilitas pengolahan nikel Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis harga nikel dunia bakal bergerak ke level US$20.000/ton pada tahun ini, dipengaruhi oleh pemangkasan target produksi bijih yang akan dilakukan indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno kembali menegaskan target produksi bijih nikel Indonesia pada tahun ini akan berada disekitar 250—270 juta ton, turun dari realisasi produksi bijih 2025 sebesar 379 juta ton.

“[Harga nikel] meroket amat juga enggak, [tetapi akan] naik. Mudah-mudahan US$19.000—US$20.000 [per ton],” ujar Tri ditemui di Kompleks Parlemen, dikutip Jumat (23/1/2026).

Grafik harga nikel. (Bloomberg)

Ramalan Harga

Analis komoditas turut meramal harga logam nikel dunia berpotensi menembus US$20.000/ton dalam waktu dekat, seiring adanya kepastian pemangkasan target produksi bijih nikel Indonesia tahun ini.