Logo Bloomberg Technoz

RKAB Dipangkas, Vale Klaim Produksi Nickel Matte Masih Normal

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 March 2026 10:20

Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengklaim hingga saat ini operasional perusahaan dalam kondisi normal meskipun kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 hanya disetujui 30% dari yang diajukan.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Budiawansyah menyatakan besaran kuota produksi tersebut memang tidak cukup untuk tiga proyek smelter terbaru Vale dan memenuhi pasokan kepada pembeli bijih nikel yang sudah berkontrak dengan perseroan.

Akan tetapi, Budiawansyah mengklaim hingga saat ini produksi nickel matte perseroan masih sesuai dengan rencana, terlebih Kementerian ESDM memberikan persetujuan 100% untuk kuota produksi di proyek Sorowako.


“Jadi bagaimana dengan rencana produksi? Sampai saat ini rencana produksi nickel matte tidak berpengaruh sama sekali, masih sesuai dengan forecast. Dan juga karena nickel matte Sorowako ini pada dasarnya itu kan RKAB disetujui untuk Sorowako operation itu adalah 100%,” ungkap Budiawansyah kepada awak media, di kawasan Jakarta Selatan, dikutip Senin (9/3/2026).

Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bersiap Revisi