Logo Bloomberg Technoz

ESDM Tak Ambil Pusing Impor Nikel dari Filipina Melonjak

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 January 2026 20:40

Bijih nikel dibongkar dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens
Bijih nikel dibongkar dari kapal pengangkut curah Sansho./Bloomberg-Carla Gottgens

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak mempermasalahkan jika impor bijih nikel dari Filipina melonjak gegara pemangkasan produksi bijih nikel tahun ini.

Impor bijih nikel dari Filipina diperkirakan bakal bergerak ke level 30 juta ton selepas otoritas mineral memangkas kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

“Impor ya nggak apa-apa, kan selama ini Filipina. Filipina kan nggak akan tinggi-tinggi amat ya,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno di DPR, Jakarta, dikutip Selasa (20/1/2026).


Tri juga memastikan target produksi bijih nikel yang ditetapkan pada tahun ini akan berada di sekitar 600 juta ton.

“Angkanya sekitar segitu, 600 [juta ton],” ucap dia.