Bursa Asia Bersiap Dibuka Hijau saat Harga Minyak Kembali Menguat
News
11 March 2026 06:50

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah kembali menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, memulihkan sebagian kerugian setelah sempat mengalami penurunan harian tertajam dalam empat tahun terakhir. Ketidakpastian atas pasokan minyak mentah terus mengguncang pasar, sementara bursa saham Asia diprediksi akan dibuka di zona hijau.
Minyak mentah AS (WTI) melonjak lebih dari 5% pada jam-jam awal perdagangan. Sebelumnya, harga minyak anjlok 12% pada Selasa (10/3) akibat sentimen pasar yang terombang-ambing oleh pernyataan kontradiktif pemerintahan Trump mengenai perang di Iran. Di pasar ekuitas, kontrak berjangka menunjukkan penguatan moderat di Sydney dan Hong Kong, sementara Tokyo bersiap untuk pembukaan yang lebih kuat setelah indeks S&P 500 menghapus kenaikan sebelumnya.
Gejolak di pasar energi ini menambah tekanan pada obligasi pemerintah AS (Treasury). Selain dipicu oleh kekhawatiran atas prospek konflik Iran, tekanan juga datang dari maraknya penjualan utang korporasi serta lemahnya hasil lelang obligasi AS senilai US$58 miliar. Ketakutan bahwa gangguan pasokan yang lebih dalam akan memicu kembali inflasi dan memperlambat ekonomi telah menahan pergerakan harga obligasi.
“Para trader terus terombang-ambing oleh aksi harga yang intens dan volatilitas ekstrem pada minyak mentah, di mana berita utama memicu ayunan tajam harian,” ujar Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group. “Pasar terasa seperti sedang berdagang di tengah 'kabut perang'; bereaksi secara real-time mengikuti kejadian, alih-alih bergerak secara teratur.”




























