Ada Stok Sulfur, Smelter RI Diklaim Belum Terimbas Selat Hormuz
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 March 2026 11:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mengklaim smelter nikel hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Indonesia belum terdampak langsung penutupan Selat Hormuz yang mengakibatkan pasokan sulfur dari Timur Tengah terganggu.
Adapun, lebih dari 75% impor sulfur indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah dan pengirimannya melewati Selat Hormuz.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan terganggunya sumber bahan baku utama untuk smelter HPAL di Indonesia dan berpotensi mengkerek harga sulfur secara signifikan.
Akan tetapi, dia mengklaim perusahaan smelter yang tergabung dalam FINI masih belum terdampak langsung atas situasi tersebut. Alasannya, smelter-smelter tersebut masih memiliki pasokan sulfur untuk beberapa pekan ke depan.
“Dari informasi anggota FINI, belum ada perusahaan yang saat ini terdampak langsung akibat situasi ini. Umumnya fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel hidrometalurgi berbasis HPAL masih mempunyai persediaan untuk beberapa minggu sampai satu bulan ke depan,” kata Arif ketika dihubungi, Senin (9/3/2026).































