Logo Bloomberg Technoz

Saudi Alihkan Jalur Minyak ke Laut Merah Hindari Selat Hormuz

News
11 March 2026 05:30

Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)
Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)

Prejula Prem - Bloomberg News

Bloomberg, Sebanyak setidaknya 25 kapal supertanker dilaporkan tengah menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya cepat Arab Saudi untuk tetap mengalirkan minyak ke pasar global setelah perang Iran melumpuhkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, armada ini akan memberikan kapasitas bagi Arab Saudi untuk mengangkut hingga 50 juta barel minyak dari pelabuhan tersebut. Jika proses pemuatan kargo ini berhasil, langkah ini akan menjadi mitigasi vital terhadap gangguan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Teluk Persia.


Riyadh kini berpacu dengan waktu untuk meningkatkan aliran minyak melalui rute ekspor alternatif guna menghindari Selat Hormuz. Sejak AS dan Israel meluncurkan perang terhadap Iran, Arab Saudi dan produsen Teluk lainnya sebagian besar tidak dapat mengirimkan minyak mentah melalui jalur tersebut. Dengan serangan drone dan rudal yang menghantam berbagai target setiap hari di Teluk Persia, melintasi jalur perairan sempit di mulut teluk tersebut dianggap terlalu berisiko bagi sebagian besar pemilik kapal.

Konflik ini telah memangkas produksi minyak global sekitar 6%, menyusul langkah negara-negara seperti Irak dan Kuwait yang terpaksa menghentikan operasional ladang minyak mereka karena tidak memiliki jalur distribusi. Meski Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga melakukan penyesuaian level produksi, keduanya berada dalam posisi unik karena memiliki jaringan pipa yang terhubung langsung ke Laut Merah dan Fujairah, sehingga mampu melewati Selat Hormuz.