Logo Bloomberg Technoz

Klarifikasi Klaim APNI Ihwal 3 Smelter Nikel Terdampak RKAB 2026

Redaksi
04 March 2026 18:31

PT Gunbuster Nickel Industry (dok. Instagram @gunbusterofficial)
PT Gunbuster Nickel Industry (dok. Instagram @gunbusterofficial)

Bloomberg Technoz, Jakarta  Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengoreksi pernyataan terkait dengan kabar tiga pabrik pemurnian atau smelter nikel yang terganggu operasionalnya imbas kurangnya bahan baku di tengah pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan 2026.

Adapun, informasi penutupan atau shutdown sejumlah lini produksi smelter tersebut—termasuk PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) — pada awalnya diungkapkan oleh Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey. Dalam perkembangannya GNI membantah kabar tersebut dan memastikan fasilitas smelter-nya masih beroperasi normal saat ini.

Meidy sebelumnya membeberkan hingga kini terdapat tiga pabrik pemurnian nikel yang terdampak kurangnya bahan baku di tengah pemangkasan RKAB 2026 hingga ketatnya persaingan smelter di Tanah Air.


Awalnya, dia menyampaikan RKAB nikel periode 2026 sebanyak 260—270 juta ton otomatis akan mengurangi konsumsi bijih nikel atau ore di Tanah Air.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan forum asosiasi pertambangan pada Senin (2/3/2026) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan tema Roundtable Discussion: Produksi Batubara dan Nikel dalam RKAB 2026 serta Prospeknya terhadap Perekonomian Nasional, Ketahanan Energi, Iklim Investasi & Penciptaan Lapangan Kerja.