Logo Bloomberg Technoz

Vale Mulai Kajian Ekstrak Mineral Bawaan di Limbah Smelter Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 March 2026 11:40

Suasana pabrik PT Vale Indonesia. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)
Suasana pabrik PT Vale Indonesia. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengungkapkan tengah melakukan kajian untuk mengolah tailing nikel atau limbah hasil proses pengolahan bijih nikel, terlebih masih terdapat kandungan mineral berupa besi yang terkandung dalam limbah nikel.

“Saat ini masih dalam proses studi proses ekstraksi mineral yang ada di dalam tailing itu. Sebagaimana kita ketahui, tailing itu sebagian besar kandungannya adalah iron. Cuma kan baik di dalam tailing ataupun di bijih terbuka, itu kandungan iron-nya kan tetap,” kata Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Budiawansyah, kepada awak media, dikutip Senin (9/3/2026).

Budiawansyah menyatakan saat ini Vale menerapkan sistem pengolahan limbah smelter nikel dengan metode dry stack. Namun, dia mengklaim penempatan material tailing tidak sekadar dituang atau dibuang melainkan melalui desain teknis tertentu


Dia menyebut salah satu aspek yang diterapkan adalah penggunaan sistem multi-benches untuk menjaga stabilitas lereng pada area penumpukan material tailing kering.

“Sehingga potensi kegagalan slope stability daripada penumpukan dry—apa namanya — material tailing tersebut, karena ini kan dry tailing ya, itu bisa dimitigasi. Dan yang paling utama itu adalah bagaimana disiplin untuk menghasilkan tailing sesuai dengan standar dan spesifikasi,” ujar Budiawansyah.

Truk berjalan di sepanjang lintasan tambang nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian