Harga Minyak Naik di Tengah Simpang Siur Informasi Perang Iran
News
11 March 2026 05:50

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah kembali mendaki setelah sesi perdagangan yang bergejolak. Pasar saat ini tengah berjuang menafsirkan pernyataan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berubah-ubah secara cepat mengenai perang Iran dan status pelayaran di Selat Hormuz yang krusial.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga 5,3% ke level US$87,89 per barel, setelah sebelumnya sempat anjlok 12% pada perdagangan Selasa (10/3). Pasar benar-benar terombang-ambing oleh fluktuasi yang dramatis. Gejolak ini dipicu oleh Menteri Energi AS Chris Wright yang secara keliru mengunggah pesan—yang kemudian dihapus—bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melewati selat sempit di dekat Iran tersebut. Namun, pihak Gedung Putih segera mengklarifikasi bahwa operasi semacam itu tidak pernah terjadi.
Lumpuhnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani seperlima aliran minyak global, telah memaksa para produsen utama untuk memangkas produksi. Kondisi ini pun mendorong kenaikan harga energi, mulai dari minyak mentah hingga gas alam. Saat ini, lalu lintas kapal tanker menyusut drastis, dan pasar tengah mengamati dengan saksama kapan perdagangan normal akan pulih kembali.
Para trader juga harus menghadapi serangkaian pesan media sosial yang kontradiktif dari Presiden Donald Trump terkait keberadaan ranjau di selat tersebut. Trump kini menghadapi tekanan ekonomi dan politik yang kian besar akibat perang ini. Pada Senin malam, ia sempat menyatakan bahwa konflik akan segera berakhir, namun dipastikan tidak dalam pekan ini.


























