Kenaikan Harga Minyak Hantui Gerak Rupiah Hari Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 March 2026 08:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah offshore pagi ini stagnan berada di level yang sama dengan harga penutupan kemarin, di tengah pesan perang di Timur Tengah yang tidak konsisten.
Pada pembukaan perdagangan pasar Non-Deliverable Forward (NDF) hari ini, Rabu (11/3/2026), rupiah dibanderol Rp16.870/US$. Tak berselang lama rupiah kemudian bergerak menjadi Rp16.876/US$.
Pagi ini harga minyak Brent kembali berbalik naik 2,92% ke US$90.40 per barel, setelah kemarin sempat melandai dan turun 11,28% ke US$87,80 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik lebih dari 6% menjadi US$88,60 per barel, setelah sebelumnya jatuh 12%.
Pergerakan harga minyak yang volatil disebabkan ketidakpastian prospek pasokan minyak mentah menyusul simpang siurnya kabar kelanjutan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Komentar dari Washington berubah cepat.
Menteri Energi AS Christ Wright secara gegabah mengunggah pesan di media sosial bahwa militer Negeri Adikuasa akan mengawal kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormux. Namun kemudian unggahan itu dihapus dan Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa operasi tersebut tidak terjadi.





























