Logo Bloomberg Technoz

Ditutup Rp16.942/US$, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 January 2026 15:39

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertahanan rupiah siang ini tidak kuasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah. 

Pada penutupan pasar spot hari ini, Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942/US$. Ini menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah alias all time low.

Di pasar offshore, rupiah sudah menyetuh Rp17.006/US$ pada pukul 15:29 WIB. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada Senin (19/1/2026), pukul 15.10, menyentuh posisi All Time High-nya. (Bloomberg)

Defisit fiskal yang melebar menjadi 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 menurunkan daya tarik aset keuangan domestik dan meningkatkan premi risiko Indonesia di mata investor asing. Tekanan tersebut tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat, mengindikasikan aksi jual yang mulai terjadi seiring pasar merespons naiknya risiko fiskal domestik. 

Imbal hasi surat utang naik menandakan arus jual tinggi pada Senin 19 Jan 2026. (Bloomberg)

Di sisi lain, kepercayaan pasar juga sepertinya terpengaruh akibat beredarnya informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Saat ini Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.