Logo Bloomberg Technoz

Besok Pengumuman BI Rate, Simak Gerak Rupiah Pagi Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 July 2026 09:22

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah 0,17% dalam pembukaan perdagangan Selasa (21/7/2026) ke posisi Rp17.972/US$, di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang bertahan tinggi dengan indeks dolar AS 100,97. 

Namun tak lama berselang, rupiah berbalik arah dan menguat terbatas 0,05% menjadi Rp17.933/US$ pada 09:05 WIB, seiring sedikit terpangkasnya harga minyak mentah, setelah sempat melonjak tajam pada sesi perdagangan kemarin hingga ke level US$90 per barel. Pagi ini, minyak Brent turun 0,9% ke US$88,42 per barel. 

Meski begitu, harga minyak yang masih tinggi serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi alasan tambahan bagi investor untuk bersikap hati-hati. Terlebih dengan adanya kemungkinan gangguan yang muncul pada ekspor Arab Saudi, setelah pemberontak Houthi mengancam akan memblokade jalur ekspor utama melewati Laut Merah. 


Sementara di pasar valuta asing Asia, pergerakan mata uang cukup beragam. Ringgit Malaysia menguat bersama yuan China, yuan offshore, dan dolar Singapura yang relatif terbatas.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah bersama baht Thailand, won Korea Selatan, dan yen Jepang. 

Mata uang Asia (Bloomberg)